Category: Penyakit


Vertigo, Pusing Berputar

Vertigo

DEFINISI

Vertigo adalah perasaan seolah-olah penderita bergerak atau berputar, atau seolah-olah benda di sekitar penderita bergerak atau berputar, yang biasanya disertai dengan mual dan kehilangan keseimbangan.

Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari.
Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali.

Kebanyakan orang membahasakan vertigo dengan istilah pusing tujuh keliling. Vertigo merupakan sebuah gejala yang muncul dari suatu penyakit, dan bukan merupakan penyakit itu sendiri. Oleh karena itu penting untuk tahu penyebab dari vertigo tersebut.

PENYEBAB

Anda yang pernah mengalami vertigo mungkin sering bertanya-tanya, “Mengapa ya saya mengalami vertigo?”
Tubuh merasakan posisi dan mengendalikan keseimbangan melalui organ keseimbangan yang terdapat di telinga bagian dalam.
Organ ini memiliki saraf yang berhubungan dengan area tertentu di otak.

Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga, di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak dan di dalam otaknya sendiri.
Vertigo juga bisa berhubungan dengan kelainan penglihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba.

Penyebab umum dari vertigo:
1. Keadaan lingkungan
- Motion sickness (mabuk darat, mabuk laut)

2. Obat-obatan
- Alkohol
- Gentamisin dan juga obat2 anti kanker (tumor)

3. Kelainan sirkulasi (aliran darah)
- Transient ischemic attack (gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak) pada arteri vertebral dan arteri basiler

4. Kelainan di telinga
- Endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam (menyebabkan benign paroxysmal positional vertigo)
- Infeksi telinga bagian dalam karena bakteri
- Herpes zoster
- Labirintitis (infeksi labirin di dalam telinga)
- Peradangan saraf vestibuler
- Penyakit Meniere

5. Kelainan neurologis (syaraf)
- Sklerosis multipel
- Patah tulang tengkorak yang disertai cedera pada labirin, persarafannya atau keduanya
- Tumor otak
- Tumor yang menekan saraf vestibularis.

6. Zat kimia (seperti timbal, merkuri, timah) dapat menyebabkan ototoksitas, yang mengakibatkan kerusakan pada telinga bagian dalam atau saraf kranial VIII dan menyebabkan vertigo

7. Pada beberapa kasus, penyebab vertigo tidak diketahui.

GEJALA

Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar; atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar.

BAGAIMANA MENGATASI VERTIGO?

Vertigo dapat diatasi dengan beberapa cara, bergantung pada penyebabnya. Jika vertigo terjadi akibat penggunaan obat, maka kurangi dosisnya atau hentikan obat yang diduga sebagai penyebab munculnya vertigo. Pemilihan metode untuk mengatasi vertigo dapat anda konsultasikan dengan dokter anda.
Berikut beberapa metode yang dapat anda coba dalam mengatasi vertigo yang mengganggu.

*Terapi rehabilitasi vestibular (vestibular rehabilitation therapy/VRT) merupakan terapi fisik untuk menyebuhkan vertigo.

Lihat gambar dibawah

Tujuan terapi ini adalah untuk mengurangi pusing, meningkatkan keseimbangan, dan mencegah seseorang jatuh dengan mengembalikan fungsi sistem vestibular.Pada VRT, pasien melakukan latihan agar otak dapat menyesuaikan dan menggantikan penyebab vertigo. Keberhasilan terapi ini bergantung pada beberapa faktor pasien yang meliputi usia, fungsi kognitif (memori, kemampuan mengikuti pentunjuk), kemampuan kordinasi dan gerak, dan kesehatan pasien secara keseluruhan (termasuk sistem saraf pusat), serta kekuatan fisik. Dalam VRT, pasien yang datang ke dokter, akan menjalani beberapa latihan yang akan melatih keseimbangan dalam tingkat yang lebih tinggi, meliputi gerakan kepala, gerakan mata, dan berjalan.

*Dengan Obat.
Untuk obat ini konsultasikan dengan dokter anda.

Sekedar Saran

Bila anda mengunjungi dokter dengan keluhan vertigo, cobalah untuk menanyakan kira-kira apa penyebab vertigo anda, hal-hal apa yang dapat memicu munculnya vertigo maupun hal yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan vertigo. Selain itu, bila dokter meresepkan obat untuk anda, tanyakanlah mengenai kegunaan obat tersebut dan kemungkinan reaksi sampingnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan anda tidak lagi pusing tujuh keliling.
Walloohu’alam

Diringkas Dr. Mochamad Syamsul Muin dari beberapa artikel di medicastore.com

Demam Berdarah Dengue

diambil dari http://www.litbang.depkes.go.id

Penanggung Jawab:  Titte K. Adimidjaja
Editor:  Tri Djoko Wahono
Tim Penulis:  Kristina, Isminah, Leny Wulandari
I. PENDAHULUAN

Pada awal tahun 2004 kita dikejutkan kembali dengan merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan jumlah kasus yang cukup banyak. Hal ini mengakibatkan sejumlah rumah sakit menjadi kewalahan dalam menerima pasien DBD. Untuk mengatasinya pihak rumah sakit menambah tempat tidur di lorong-lorong rumah sakit serta merekrut tenaga medis dan paramedis. Merebaknya kembali kasus DBD ini menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan. Sebagian menganggap hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan dan sebagian lagi menganggap karena pemerintah lambat dalam mengantisipasi dan merespon kasus ini.

Sejak Januari sampai dengan 5 Maret tahun 2004 total kasus DBD di seluruh propinsi di Indonesia sudah mencapai 26.015, dengan jumlah kematian sebanyak 389 orang (CFR=1,53% ). Kasus tertinggi terdapat di Propinsi DKI Jakarta (11.534 orang) sedangkan CFR tertinggi terdapat di Propinsi NTT (3,96%)
.
Penyakit Demam Berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut.

Penyakit DBD sering salah didiagnosis dengan penyakit lain seperti flu atau tipus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bisa bersifat asimtomatik atau tidak jelas gejalanya. Data di bagian anak RSCM menunjukkan pasien DBD sering menunjukkan gejala batuk, pilek, muntah, mual, maupun diare. Masalah bisa bertambah karena virus tersebut dapat masuk bersamaan dengan infeksi penyakit lain seperti flu atau tipus. Oleh karena itu diperlukan kejelian pemahaman tentang perjalanan penyakit infeksi virus dengue, patofisiologi, dan ketajaman pengamatan klinis. Dengan pemeriksaan klinis yang baik dan lengkap, diagnosis DBD serta pemeriksaan penunjang (laboratorium) dapat membantu terutama bila gejala klinis kurang memadai.

Penyakit DBD pertama kali di Indonesia ditemukan di Surabaya pada tahun 1968, akan tetapi konfirmasi virologis baru didapat pada tahun 1972. Sejak itu penyakit tersebut menyebar ke berbagai daerah, sehingga sampai tahun 1980 seluruh propinsi di Indonesia kecuali Timor-Timur telah terjangkit penyakit. Sejak pertama kali ditemukan, jumlah kasus menunjukkan kecenderungan meningkat baik dalam jumlah maupun luas wilayah yang terjangkit dan secara sporadis selalu terjadi KLB setiap tahun.
KLB DBD terbesar terjadi pada tahun 1998, dengan Incidence Rate (IR) = 35,19 per 100.000 penduduk dan CFR = 2%. Pada tahun 1999 IR menurun tajam sebesar 10,17%, namun tahun-tahun berikutnya IR cenderung meningkat yaitu 15,99 (tahun 2000); 21,66 (tahun 2001); 19,24 (tahun 2002); dan 23,87 (tahun 2003).

Meningkatnya jumlah kasus serta bertambahnya wilayah yang terjangkit, disebabkan karena semakin baiknya sarana transportasi penduduk, adanya pemukiman baru, kurangnya perilaku masyarakat terhadap pembersihan sarang nyamuk, terdapatnya vektor nyamuk hampir di seluruh pelosok tanah air serta adanya empat sel tipe virus yang bersirkulasi sepanjang tahun.

Departemen kesehatan telah mengupayakan berbagai strategi dalam mengatasi kasus ini. Pada awalnya strategi yang digunakan adalah memberantas nyamuk dewasa melalui pengasapan, kemudian strategi diperluas dengan menggunakan larvasida yang ditaburkan ke tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Akan tetapi kedua metode tersebut sampai sekarang belum memperlihatkan hasil yang memuaskan.

II. EPIDEMIOLOGI

1. Penyebab
Penyakit DBD disebabkan oleh Virus Dengue dengan tipe DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4. Virus tersebut termasuk dalam group B Arthropod borne viruses (arboviruses). Keempat type virus tersebut telah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia antara lain Jakarta dan Yogyakarta. Virus yang banyak berkembang di masyarakat adalah virus dengue dengan tipe satu dan tiga. 3

2. Gejala
Gejala pada penyakit demam berdarah diawali dengan :
a. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 C- 40 C)
b. Manifestasi pendarahan, dengan bentuk : uji tourniquet positif puspura pendarahan, konjungtiva, epitaksis, melena, dsb.
c. Hepatomegali (pembesaran hati).
d. Syok, tekanan nadi menurun menjadi 20 mmHg atau kurang, tekanan sistolik sampai 80 mmHg atau lebih rendah.
e. Trombositopeni, pada hari ke 3 – 7 ditemukan penurunan trombosit sampai 100.000 /mm�.
f. Hemokonsentrasi, meningkatnya nilai Hematokrit.
g. Gejala-gejala klinik lainnya yang dapat menyertai: anoreksia, lemah, mual, muntah, sakit perut, diare kejang dan sakit kepala.
h. Pendarahan pada hidung dan gusi.
i. Rasa sakit pada otot dan persendian, timbul bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

3. Masa Inkubasi
Masa inkubasi terjadi selama 4-6 hari.

4. Penularan
Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti / Aedes albopictus betina yang sebelumnya telah membawa virus dalam tubuhnya dari penderita demam berdarah lain. Nyamuk Aedes aegypti berasal dari Brazil dan Ethiopia dan sering menggigit manusia pada waktu pagi dan siang.
Orang yang beresiko terkena demam berdarah adalah anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun, dan sebagian besar tinggal di lingkungan lembab, serta daerah pinggiran kumuh. Penyakit DBD sering terjadi di daerah tropis, dan muncul pada musim penghujan. Virus ini kemungkinan muncul akibat pengaruh musim/alam serta perilaku manusia.

5. Penyebaran
Kasus penyakit ini pertama kali ditemukan di Manila, Filipina pada tahun 1953. Kasus di Indonesia pertama kali dilaporkan terjadi di Surabaya dan Jakarta dengan jumlah kematian sebanyak 24 orang. Beberapa tahun kemudian penyakit ini menyebar ke beberapa propinsi di Indonesia, dengan jumlah kasus sebagai berikut :
- Tahun 1996 : jumlah kasus 45.548 orang, dengan jumlah kematian
sebanyak 1.234 orang.
- Tahun 1998 : jumlah kasus 72.133 orang, dengan jumlah kematian
sebanyak 1.414 orang (terjadi ledakan)
- Tahun 1999 : jumlah kasus 21.134 orang.
- Tahun 2000 : jumlah kasus 33.443 orang.
- Tahun 2001 : jumlah kasus 45.904 orang
- Tahun 2002 : jumlah kasus 40.377 orang.
- Tahun 2003 : jumlah kasus 50.131 orang.
- Tahun 2004 : sampai tanggal 5 Maret 2004 jumlah kasus sudah
mencapai 26.015 orang, dengan jumlah kematian
sebanyak 389 orang.

III. PENCEGAHAN

Pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yang tepat, yaitu :
1. Lingkungan
Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah. Sebagai contoh:
 Menguras bak mandi/penampungan air sekurang-kurangnya sekali seminggu.
 Mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali.
 Menutup dengan rapat tempat penampungan air.
 Mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah dan lain sebagainya.
2. Biologis
Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pemakan
jentik (ikan adu/ikan cupang), dan bakteri (Bt.H-14).
3. Kimiawi
Cara pengendalian ini antara lain dengan:
 Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion), berguna untuk mengurangi kemungkinan penularan sampai batas waktu tertentu.
 Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.

Cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD adalah dengan mengkombinasikan cara-cara di atas, yang disebut dengan 3M Plus, yaitu menutup, menguras, menimbun. Selain itu juga melakukan beberapa plus seperti memelihara ikan pemakan jentik, menabur larvasida, menggunakan kelambu pada waktu tidur, memasang kasa, menyemprot dengan insektisida, menggunakan repellent, memasang obat nyamuk, memeriksa jentik berkala, dll sesuai dengan kondisi setempat.

IV. PENGOBATAN

Pengobatan penderita Demam Berdarah adalah dengan cara:

  • Penggantian cairan tubuh.
  • Penderita diberi minum sebanyak 1,5 liter �2 liter dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).
  • Gastroenteritis oral solution/kristal diare yaitu garam elektrolit (oralit), kalau perlu 1 sendok makan setiap 3-5 menit.


V. KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dalam rangka mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh penyakit demam berdarah, pemerintah Indonesia telah mengambil beberapa kebijakan, di antaranya adalah:
a. Memerintahkan semua rumah sakit baik swasta maupun negeri untuk tidak menolak pasien yang menderita DBD.
b. Meminta direktur/direktur utama rumah sakit untuk memberikan pertolongan secepatnya kepada penderita DBD sesuai dengan prosedur tetap yang berlaku serta membebaskan seluruh biaya pengobatan dan perawatan penderita yang tidak mampu sesuai program PKPS-BBM/ program kartu sehat . (SK Menkes No. 143/Menkes/II/2004 tanggal 20 Februari 2004).
c. Melakukan fogging secara massal di daerah yang banyak terkena DBD.
d. Membagikan bubuk Abate secara gratis pada daerah-daerah yang banyak terkena DBD. Melakukan penggerakan masyarakat untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M dan merekrut juru pemantau jentik (jumantik).
e. Penyebaran pamflet lewat udara tentang pentingnya melakukan gerakan 3 M (Menguras, Menutup, Mengubur).
f. Menurunkan tim bantuan teknis untuk membantu RS di daerah , yang terdiri dari unsur-unsur :
 Ikatan Dokter Anak Indonesia
 Persatuan Dokter Ahli Penyakit Dalam Indonesia
 Asosiasi Rumah Sakit Daerah
g. Membantu propinsi yang mengalami KLB dengan dana masing-masing Rp. 500 juta, di luar bantuan gratis ke rumah sakit.
h. Mengundang konsultan WHO untuk memberikan pandangan, saran dan bantuan teknis.
i. Menyediakan �call center�.
 DKI Jakarta, Pusadaldukes (021) 34835188 (24 jam)
 DEPKES, Sub Direktorat Surveilans (021) 4265974, (021) 42802669
 DEPKES, Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) (021) 5265043
j. Melakukan Kajian Sero-Epidemiologis untuk mengetahui penyebaran virus dengue.

VI. TINDAKAN BADAN LITBANG KESEHATAN

Dalam rangka membantu mengatasi penyakit Demam Berdarah, Badan Litbang Kesehatan telah melakukan beberapa penelitian, di antaranya :
1. Penelitian Seroepidemiologi Infeksi Virus Dengue pada Anak-anak dan Remaja di Mataram, Tahun1998.
2. Penelitian Evaluasi dan Pembinaan Pokja DBD Khususnya Ibu Dasa Wisma dalam Pelaksanaan Penanggulangan Penularan Penyakit DBD, Tahun 1999.
3. Penelitian Peningkatan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbasis Masyarakat dengan Pendekatan Pendidikan Kesehatan Masyarakat, Tahun 2000.
4. Penelitian Pengembangan Metode Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di Daerah Endemis Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Tahun 2001.
5. Penelitian Kejadian Luar Biasa Demam Berdarah Dengue di DKI Jakarta 2003.
6. Penelitian Wabah Demam Berdarah Dengue pada Sepuluh Rumah Sakit di DKI Jakarta Tahun 2004. (Penelitian ini sedang berlangsung).

Badan Litbangkes berkerja sama dengan Namru 2 telah mengembangkan suatu sistem surveilen dengan menggunakan teknologi informasi (Computerize) yang disebut dengan Early Warning Outbreak Recognition System ( EWORS ).
EWORS adalah suatu sistem jaringan informasi yang menggunakan internet yang bertujuan untuk menyampaikan berita adanya kejadian luar biasa pada suatu daerah di seluruh Indonesia ke pusat EWORS (Badan Litbangkes. Depkes RI.) secara cepat.
Melalui sistem ini peningkatan dan penyebaran kasus dapat diketahui dengan cepat, sehingga tindakan penanggulangan penyakit dapat dilakukan sedini mungkin. Dalam masalah DBD kali ini EWORS telah berperan dalam hal menginformasikan data kasus DBD dari segi jumlah, gejala/karakteristik penyakit, tempat/lokasi, dan waktu kejadian dari seluruh rumah sakit DATI II di Indonesia.

VII. KESIMPULAN

1. Penyebab penyakit DBD di Indonesia adalah Virus Dengue tipe DEN 1, DEN 2, DEN 3, dan DEN 4.
2. Sejak Bulan Januari sampai dengan 5 Maret 2004 total kasus DBD di seluruh propinsi di Indonesia sudah mencapai 26.015, dengan jumlah kematian sebanyak 389 orang (CFR=1,53% )10. Kasus DHF tertinggi terdapat di Propinsi DKI Jakarta (11.534 orang) dan CFR tertinggi terdapat di Propinsi NTT (3,96%)
3. Perlu kewaspadaan yang tinggi terhadap penyakit DHF terutama pada musim penghujan.
4. Cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit DBD adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus yang melibatkan seluruh masyarakat serta disesuaikan dengan kondisi setempat.

VIII. SARAN

1. Perlunya digalakkan Gerakan 3 M plus tidak hanya bila terjadi wabah tetapi harus dijadikan gerakan nasional melalui pendekatan masyarakat.
2. Early Warning Outbreak Recognition System (EWORS) perlu dilakukan secara berdaya guna dan berhasil guna.

…………………………………………………………………………..

TAMBAHAN DARI KAMI (dr.muin)

PERHATIAN!!!

SETIAP PANAS YANG DIALAMI YANG BERLANGSUNG LEBIH DARI 72 JAM (3 HARI), BAIK DISERTAI GEJALA/PENYAKIT LAIN MAUPUN TIDAK, WAJIB DICURIGAI DEMAM BERDARAH SAMPAI YAKIN KALAU TIDAK DEMAM BERDARAH.

SUATU KEKELIRUAN!!

PEMERIKSAAN “DEMAM BERDARAH” (dalam hal ini trombosit dan hematokrit) TIDAK DAPAT DILAKUKAN SEBELUM 72 JAM. KARENA sebelum 72 jam belum terjadi perdarahan, sehingga hasilnya masih negati (normal).

KEKELIRUAN YANG FATAL!!!

Penderita yang panas belum 72 jam, karena ortunya takut kena DB, akhirnya di laborat (trombosit dan hematokrit). Maka hasilnya normal. Kemudian dikatakan/disimpulkan penderita tidak terkena DB.

Setelah hari ke 3 (72 jam) dari awal panas, badan masih panas atau justru dingin sekali. Tetapi karena sudah dinyatakan tidak DB, pihak keluarga tidak curiga sama sekali.

Setelah hari ke 5 dari panas (apabila ternyata DB) maka sangat mungkin trombosit akan turun drastis alias sudah DSS (Syok). Apabila sampai hari ke 5 ini keluarga tiddak segera membawa ke RS, sangat dimungkinkan sulit untuk bisa tertolong.

Kesimpulan:

  1. tidak perlu pemeriksaan laborat darah (trombosit dan hematokrit) sebelum 72 jam dari panas.
  2. ada pemeriksaan yang bisa mendeteksi virus dengue sejak hari pertama yaitu NS 1. Namun kami tidak merekomendasikan dengan alasan:
  • biaya sangat mahal
  • bila positif tidak menjamin menderita DBD (demam berdarah dengue), bisa jadi hanya demam dengue. perlu diketahui, tidak setiap orang yang dimasuki virus dengue akan menderita DBD, mungkin saja hanya demam dengue (tidak terjadi perdarahan) yang ini hanya seperti flu biasa atau justru tidak sakit bila daya tahan tubuhnya bagus.

walloohu’alam

……………………………………………………………………………..

Aydes Aegypty

Satu Nyamuk, dua Ancaman

Kadang hanya ditepuk dengan tangan seekor nyamuk telah berakhir riwayatnya. Tetapi mengapa dia ditakuti, sehingga hampir semua orang ingin membunuhnya? Buktinya banyak cara ditempuh manusia untuk memberangus hewan yang satu ini. Mengapa demikian? Tentu masing-masing orang punya alasannya.
Satu dari sekian banyak nyamuk yang paling dimusuhi dan ingin diberangus manusia adalah Aedes aegyp¬ti, walaupun banyak manusia yang tidak mengenalnya. View full article »

DIARE

Diambil dari www.blogdokter.net

Diare merupakan penyakit yang sangat umum di masyarakat. Hampir setiap orang pernah mengalami diare sepanjang hidupnya. Disebut diare bila kotoran atau tinja yang keluar sangat lembek atau bahkan encer dengan frekuensi lebih dari normal. Sebenarnya diare merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan racun yang terdapat dalam usus besar. Racun ini bisa bersumber dari makanan atau hasil dari metabolisme kuman. View full article »

Flu BABI

Seputar Flu Babi / Flu Meksiko

Bagaimana manusia tertular?

Manusia tertular flu babi dari babi tertular. Akan tetapi,beberapa kasus manusia tidak mempunyai sejarah kontak dengan babi atau lingkungan yang ada babinya. Penularan dari manusia ke manusia telah terjadi, tetapi biasanya terbatas pada kontak yang dekat. View full article »

STROKE DAN PENCEGAHANNYA

dr. K. Hindro Kusumo

A. Pendahuluan

Penyakit pembuluh darah otak atau yang lazim dikenal sebagai stroke, adalah gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda klinis baik fokal maupun global (menyeluruh) yang berlangsung akut lebih dari 24 jam, atau dapat menimbulkan kematian yang disebabkan oleh karena gangguan peredarandarah otak. Stroke termasuk salah satu golongan penyakit saraf yang paling sering dijumpai dalam praktek sehari-hari.

Stroke yang dulu diduga banyak terdapat hanya di negara-negara barat (maju), ternyata juga tidak jarang dijumpai di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Insidensnya meningkat dengan bertambahnya usia, sehingga dapat diperkirakan bahwa dengan meningkatnya usia harapan hidup, maka jumlah kasus stroke juga akan bertambah besar. Hal ini dapat dimengerti bila diingat bahwa faktor-faktor risiko stroke lebih sering ditemukan pada usia lanjut.

Selain sering menyebabkan kematian (sebagai penyakit penyebab kematian terbanyak dalam urutan nomor 3), stroke juga dikenal sebagai penyakit utama penyebab kecacatan. Dengan sifat-sifatnya yang demikian, stroke ditempatkan sebagai masalah kesehatan yang serius.

B. Faktor Risiko Stroke View full article »

APAKAH HIPERTENSI ITU?

Hipertensi atau darah tinggi sebe­tul­nya bukanlah suatu penyakit, tetapi suatu ge­jala dari penyakit tertentu yang ditandai dengan pe­ningkatan tekanan darah dalam jangka pan­jang yang dapat mengganggu sampai merusak fungsi organ-organ target tertentu seperti otak, ginjal, hati, jantung dan mata.

APA PENYEBAB HIPERTENSI? View full article »

Apakah DM itu?

DM singkatan dari Diabetes Mel­li­tus atau sering dikenal dengan istilah ken­cing ma­nis. Ini merupakan penyakit menahun yang ditandai adanya kenaikan kadar gula di dalam darah yang dise­bab­kan kerusakan kelenjar pankreas seba­gai penghasil hormon insulin sehingga ter­jadi gangguan meta­bo­lisme karbo­hi­drat, lemak dan protein yang dapat me­nim­bulkan berbagai keluhan dan kom­pli­kasi.

Siapa yang Beresiko DM?

Factor resiko DM berubah dengan ke­ma­juan peradaban. WHO beberapa ta­hun si­lam menyebutkan factor penyebab bagi 80% penderita DM adalah keturu­nan. View full article »

APA ASMA ITU?

Asma adalah suatu penyakit yang dia­ki­batkan oleh keadaan saluran nafas yang sen­si­tive (sangat peka) terhadap berbagai rang­sang, baik dari dalam maupun dari luar tubuh, yang berakibat penyempitan jalan nafas yang bersifat reversible (bila serangan sudah hi­lang kondisi kembali normal), hilang timbul (fluktuatif ) dan individual (setiap orang ber­beda penyebab dan gejala yang ditimbulkan).

Mengapa terjadi sesak nafas?

Dasar kelainan asma adalah keadaan sa­luran nafas yang sensitive (sangat peka) ter­ha­dap rangsang se­hingga ter­ja­di hal-hal se­ba­gai berikut:

View full article »

DEMAM BERDARAH

Penyakit Demam Berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang di­tu­larkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegyp­ti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nya­muk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tem­pat-tempat keting­gian lebih dari 1000 meter di atas permuka­an air laut.

Penyakit DBD sering salah didiag­nosis dengan penyakit lain seperti flu atau tipus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bisa bersi­fat asim­tomatik atau tidak jelas geja­lanya. Data di bagian anak RSCM menunjukkan pasien DBD sering me­nunjukkan gejala ba­tuk, pilek, mun­tah, mual, maupun diare. Masalah bisa bertambah karena virus terse­but dapat masuk bersamaan dengan infeksi penyakit lain seperti flu atau tipus. Oleh kare­na itu diperlukan kejelian pemahaman tentang perja­lanan penyakit infeksi virus dengue, patofisiologi, dan ketajaman penga­ma­tan klinis. Dengan pemeriksaan klinis yang baik dan lengkap, diag­nosis DBD serta pemeriksaan penun­jang (laboratorium) dapat memban­tu terutama bila gejala klinis kurang memadai View full article »

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.