Category: Uncategorized


diambil dari http://www.kalbe.co.id
Oleh: NFA
Beberapa Cara Mencegah Plak Gigi Kalbe.co.id – Bagaimana cara efektif mengangkat plak? Berikut cara membuang plak berdasarkan studi terbaru yang bisa membantu Anda menjaga mulut bebas dari plak dan gigi berlubang.

Dokter gigi menganjurkan Anda mengangkat plak yang mengandung bakteri dari gigi setiap tiga hingga enam bulan sekali. Bakteri yang hidup dalam plak, menurut dokter, melepaskan asam yang memperlemah email gigi dan meningkatkan risiko kerusakan gigi. Selain itu, bakteri dam asam yang dilepaskan juga meningkatkan risiko peradangan gusi.

Permen karet
Mengunyah permen karet yang mengandung Xylitol atau sorbitol (pengganti gula), mempunyai efek pengurang plak. Xylitol tidak bisa digunakan oleh bakteri, sehingga membuat bakteri tersebut kelaparan. Begitu bakteri mati, kerusakan gigi juga akan berkurang.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal Of Dental Education, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, menemukan, mengunyah permen karet Xylitol sekali sehari selama empat minggu menyebabkan pengurangan plak dalam jumlah besar. Studi dari Harvard School of Dental Medicine juga menemukan, mengunyah permen karet ini secara teratur mengurangi kerusakan gigi sebanyak 30 hingga 60 persen.

Pasta gigi
Pilihlah pasta gigi mengandung komponen pencegah plak. Colgate Total misalnya, mengandung substansi antibakteri bernama triclosan yang diklaim bisa mengurangi plak dan tetap aktif dalam mulut selama 12 jam setelah penggunaan.

Sementara itu, pasta gigi Arm & Hammer’s Brilliant Sparkle Gel mengandung formula pemecah plak yang berfungsi mencegah lapisan plak menempel di permukaan gigi. Dalam percobaan yang dilakukan di University Park Research Centre, Indiana, pasta gigi ini mengangkat plak 88 persen lebih banyak dibandingkan produk kompetitor lainnya.

Polifenol
Teh hijau, anggur merah dan jus cranberry mengandung substansi yang dikenal dengan polifenol. Komponen ini mengurangi pembentukan plak dan mencegah bakteri penyebab gigi berlubang menempel di gigi.

Percobaan yang dilakukan di University of Rochester Medical Centre, Amerika serikat, menemukan bahwa minuman seperti jus cranberry bisa membantu mengangkat bakteri penyebab gigi berlubang 50 persen lebih banyak. Selain itu, polifenol juga membantu mencegah bakteri memproduksi asam yang memecah lapisan email gigi.

Dalam studi lain, peneliti dari University of Tohoku, Jepang, menganalisis kesehatan gigi dan diet dari 250.000 partisipan. Peneliti menemukan, satu cangkir teh hijau saja sehari bisa meningkatkan kesehatan gigi dan menurunkan risiko gigi tanggal sebanyak 20 persen.

Minyak zaitun

Cobalah membatasi pembentukan plak dan menguatkan gigi dengan menambahkan minyak zaitun ke dalam salad atau masakan Anda.

Peneliti dari University of Madrid mempelajari kandungan antirongga dari minyak zaitun setelah menemukan bahwa penduduk kota penghasil minyak zaitun mempunyai angka kerusakan gigi dan penyakit gusi yang jauh lebih rendah. Peneliti menemukan, minyak zaitun mengandung oleuropein, komponen antibakteri yang mencegah bakteri ‘gram negative’ menempel di gigi. Bakteri ‘gram negative’ merupakan pemicu penyakit gusi dan penurunan kepadatan tulang.

Selain itu, minyak zaitun melapisi gigi dengan molekul-molekul lemak sehingga mencegah pembentukan plak. Diet sumber lemak dan minyak lainnya juga membantu menetralkan asam yang diproduksi bakteri dalam plak.

Flu Babi (terjemahan)

  • Pertanyaan & Jawaban
  • Tulisan ini terjemahan dari cdc.org (USA) yang diterjemahkan oleh Google. Namun karena terjemahannya beberapa sulit difahami, kami melakukan pengeditan seperlunya agar mudah difahami. Tetapi pengeditan belum selesai (baru 75%). jadi bila ada pertanyaan silahkan diajukan di kolom komentar.

Novel H1N1 Flu (Flu babi) dan Anda

di Halaman ini memuat:

Novel H1N1 Flu

Apakah novel H1N1 (flu babi) itu?
Novel H1N1 (disebut sebagai “flu babi” pada awal) adalah virus influenza baru yang menyebabkan penyakit pada manusia. Virus ini baru pertama kali terdeteksi pada orang di Amerika Serikat pada bulan April 2009. Virus ini tersebar dari orang-ke-orang di seluruh dunia, mungkin dalam banyak cara yang sama yang biasa menyebarkan virus influenza musiman. Pada Juni 11, 2009, the World Health Organization (WHO) signaled bahwa pandemi flu H1N1 novel yang telah dilaksanakan. View full article »

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.