Penyakit Demam Berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang di­tu­larkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegyp­ti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nya­muk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tem­pat-tempat keting­gian lebih dari 1000 meter di atas permuka­an air laut.

Penyakit DBD sering salah didiag­nosis dengan penyakit lain seperti flu atau tipus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bisa bersi­fat asim­tomatik atau tidak jelas geja­lanya. Data di bagian anak RSCM menunjukkan pasien DBD sering me­nunjukkan gejala ba­tuk, pilek, mun­tah, mual, maupun diare. Masalah bisa bertambah karena virus terse­but dapat masuk bersamaan dengan infeksi penyakit lain seperti flu atau tipus. Oleh kare­na itu diperlukan kejelian pemahaman tentang perja­lanan penyakit infeksi virus dengue, patofisiologi, dan ketajaman penga­ma­tan klinis. Dengan pemeriksaan klinis yang baik dan lengkap, diag­nosis DBD serta pemeriksaan penun­jang (laboratorium) dapat memban­tu terutama bila gejala klinis kurang memadai

BEBERAPA HAL TENTANG DBD

1. Penyebab Penyakit DBD dise­babkan oleh Virus Dengue de­ngan tipe DEN 1, DEN 2, DEN 3 dan DEN 4. Virus tersebut terma­suk dalam group B Arthropod borne viruses (arbo­viruses). Ke­em­pat type virus tersebut telah ditemukan di berbagai daerah di Indo­nesia antara lain Jakarta dan Yogyakarta. Virus yang banyak berkembang di masyara­kat ada­lah virus dengue dengan tipe satu dan tiga.

2. Gejala Gejala pada penyakit de­mam berdarah diawali dengan :

a) Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38°C-40°C)

b) Manifestasi pendarahan, dengan bentuk : uji tourniquet positif puspura pendarahan, konjung­ti­va, epitaksis, melena, dsb.

c) Hepatomegali (pembesaran ha­ti).

d) Syok, tekanan nadi menurun men­jadi 20 mmHg atau kurang, tekanan sistolik sampai 80mmHg atau lebih rendah.

e) Trombositopeni, pada hari ke 3 – 7 ditemukan penurunan trom­bosit sampai 100.000 /mm³.

f) Hemokonsentrasi, meningkatnya nilai Hematokrit.

g) Gejala-gejala klinik lainnya yang dapat menyertai: anoreksia, le­mah, mual, muntah, sakit perut, diare kejang dan sakit kepala.

h) Pendarahan pada hidung dan gusi.

i) Rasa sakit pada otot dan per­sendian, timbul bintik-bintik me­rah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

3. Masa Inkubasi

Masa inkubasi terjadi selama 4-6 hari.

4. Penularan
Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti / Aedes albopictus betina yang sebelumnya telah membawa vi­rus dalam tubuhnya dari pende­rita demam berdarah lain. Nya­muk Aedes aegypti berasal dari Brazil dan Ethiopia dan sering menggigit manusia pada waktu pagi dan siang.

Orang yang beresiko terkena demam berdarah adalah anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun, dan sebagian besar ting­gal di lingkungan lembab, serta daerah pinggiran kumuh. Penya­kit DBD sering terjadi di daerah tropis, dan muncul pada musim penghujan. Virus ini kemung­ki­nan muncul akibat pengaruh mu­sim/­alam serta perilaku manu­sia.

PENCEGAHAN

Pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vek­tornya, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan meng­gunakan beberapa metode yang tepat, yaitu :

1) Lingkungan

Metode lingkungan untuk me­ngen­dalikan nyamuk tersebut antara lain dengan Pemberan­tasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat perkembang­biakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah. Sebagai contoh:
Menguras bak mandi/pe­nam­pu­ngan air sekurang-kurangnya sekali seminggu.

Mengganti/­me­ngu­ras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali.

Menutup dengan rapat tempat penampungan air.

Mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di se­kitar rumah dan lain sebagainya

2) Biologis

Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pema­kan jentik (ikan adu/ikan cu­pang), dan bakteri (Bt.H-14).

3) Kimiawi
Cara pengendalian ini antara lain dengan:
Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion), berguna untuk mengu­rangi kemungkinan penularan sampai batas waktu tertentu.
Memberikan bubuk abate (teme­phos) pada tempat-tempat pe­nam­pungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.
Cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD adalah dengan mengkombinasikan cara-cara di atas, yang disebut dengan “3M Plus”, yaitu menu­tup, menguras, menimbun. Sela­in itu juga melakukan beberapa plus seperti memelihara ikan pe­makan jentik, menabur larva­sida, menggunakan kelambu pa­da waktu tidur, memasang kasa, menyemprot dengan insektisida, menggunakan repellent, mema­sang obat nyamuk, memeriksa jentik berkala, dll sesuai dengan kondisi setempat.

BAGAIMANA BILA MENDAPATI ANAK PANAS?

Hal-hal yang perlu di ketahui:

î Demam berdarah sekarang lebih sering tanpa perdarahan pada per­mulaan. Perdarahan sering terjadi di hari ke 3 sampai ke 5 dari awal demam.

î Kadang-kadang (saja) tanpa demam

î Demam yang disertai batuk-pilek kemungkinan FLU (tapi tetap harus waspada DB).

î Demam tanpa tanda lain, harus segera dicurigai DB

î Penyakit mulai gawat, biasanya, kira-kira hari ke 3 demam, lemah-lesu sekali, mual, sakit kepala, pegal, (tetapi mungkin belum ada perdarahan).

î Apabila terjadi perdarahan biasanya anak tidak panas, tetapi justru tubuh terasa dingin. Maka apabila terjadi penurunan suhu tubuh pada hari ke3 atau ke 4 dan ke 5 tetapi kondisi anak terlihat lemah, letih dan kesadaran menurun, anak harus dirawat secara intensif.

î Dalam perawatan di RS ataupun Puskesmas, penderita tidak boleh pulang sebelum hari ke 5 sejak pertama kali panas. Karena masih dimungkinkan terjadi perdarahan. Adalah suatu kesalahan memulang­kan pasien DB dengan hasil laborat mendukung diagnosa DB pada hari ke 3 atau ke 4 panas. Sering terjadi memulangkan pasien karena suhu sudah turun pada hari ke3 sejak pertama panas dan atas permintaan keluarga. Setelah sampai di rumah penderita mengalami pendarahan berat.

Apa Tindakan Kita Bila Anak Panas?

  • Beri obat penurun panas
  • Bila panas belum turun, bawa ke dokter. Bagi anda yang mempunyai uang bisa langsung periksa laboratorium NS1 (NS one). pemeriksaan ini dapat mengetahui apakah seseorang menderita Demam Dengue atau bukan pada hari pertama panas. Tetapi perlu diketahui, bahwa positif Demam Dengue belumtentu DBD (Demam Berdarah Dengue). Artinya DBD tetap menunggu hari (72 jam) dari awal panas. Karena perdarahan baru diketahui setelah 72 jam dari awal panas.
  • Bila sampai hari ke 3 masih demam atau menunjukkan gejala lemah, lesu atau kesadaran menurun dan tubuh terasa dingin. Periksakan kembali untuk di test DB. Kalau perlu di laborat (pemeriksaan darah).
  • Selama panas beri anak makan dan minum yang sebanyak-banyaknya