Cara menentukan masa subur:

· Untuk dapat menentukan masa subur perlu diketahui terlebih dahulu haid yang akan datang

· Untuk mengetahui haid yang akan da­tang perlu diketahui siklus haid.

· Untuk mengetahui lamanya siklus haid perlu dicatat sekurang-kurangnya 8-12 siklus haid selama 8 bulan.

Contoh:

Siklus haid 26-29 hari, artinya siklus ter­pendek 26 hari dan terpanjang 29 hari. Se­andainya haid terakhir jatuh pada tanggal 31 Mei, maka haid akan datang pada si­klus terpendek jatuh pada tanggal 26 juni, dan pada siklus terpanjang jatuh pada 29 juni.

Masa subur:

Pada siklus terpendek: tanggal 26 –14 hari = 12 juni, lebih cepat atau lebih lambat 2 hari, jadi ovulasi antara tanggal 10 s/d 14 juni.

Pada siklus terpanjang: tanggal 29-14 ha­ri =15 juni, lebih cepat dan lebih lambat 2 hari, jadi masa subur antara 13 s/d 17 juni.

Jadi Masa subur untuk siklus 26-29 hari tersebut antara tanggal 10 juni s/d 17 juni. Bagi pasangan yang ingin segera hamil, maka hubungan intim dilakukan pada masa subur ini sesering mungkin. Terutama pada pertengahannya yaitu tanggal 14 juni.

Masa berpantang:

Pada siklus terpendek mulai tanggal 26-18 hari =8 juni dan berakhir pada 26-11 hari =15 juni.

Pada siklus terpanjang tanggal 29-18 hari = 11 juni dan berakhir 29-11 hari = 18 juni

Maka masa berpantang pada siklus haid 26-29 hari mulai tanggal 8 juni dan berakhir pada tanggal 18 juni.

Kekurangan cara ini adalah masa berpan­tang yang cukup lama, sehingga angka ke­gagalan cukup tinggi. Namun hal ini dapat disiasati dengan dikombinasi KB senggama terputus atau menggunakan kondom pada masa berpantang.

Secara praktis lihat table berikut:

Apabila siklus terpendek

Mulai Masa berpantang

Apabila siklus terpanjang

Akhir masa berpantang

21 hari

Hari ke 3

21 hari

Hari ke 10

22 hari

Hari ke 4

22 hari

Hari ke 11

23 hari

Hari ke 5

23 hari

Hari ke 12

24 hari

Hari ke 6

24 hari

Hari ke 13

25 hari

Hari ke 7

25 hari

Hari ke 14

26 hari

Hari ke 8

26 hari

Hari ke 15

27 hari

Hari ke 9

27 hari

Hari ke 16

28 hari

Hari ke 10

28 hari

Hari ke 17

29 hari

Hari ke 11

29 hari

Hari ke 18

30 hari

Hari ke 12

30 hari

Hari ke 19

31 hari

Hari ke 13

31 hari

Hari ke 20

32 hari

Hari ke 14

32 hari

Hari ke 21

33 hari

Hari ke 15

33 hari

Hari ke 22

34 hari

Hari ke 16

34 hari

Hari ke 23

35 hari

Hari ke 17

35 hari

Hari ke 24

Cara lain menentukan masa subur:

î Cara Lendir

Cara lain yang bisa digunakan untuk mengetahui masa subur adalah dengan memperhatikan lendir/cairan kebasahan liang senggama (vagina). Dengan cara ini, yaitu memeriksa lendir vagina setiap hari, kita akan mengetahui masa subur kita sendiri. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

· Bersihkan mulut vagina dengan jari-jari atau kertas atau kain.

· Bila terdapat lendir, ambil sebagian dengan jari-jari kita. Bagaimana keada­an­nya? Apakah basah dan licin atau kering dan lengket?

· Apabila lendir jernih, basah dan licin berarti masa subur.

· Apabila putih, kering dan lendir leng­ket berarti tidak masa subur.

· Jangan melakukan hubungan intim di­ma­na kita merasa atau melihat kebasa­han atau lendir yang basah dan licin. Apabila ingin melakukan hubungan in­tim, gunakanlah kondom atau seng­ga­ma terputus.

· Point terakhir tersebut dilakukan sam­pai 4 hari setelah hari terakhir adanya lendir yang bersih, basah dan licin.

· Jangan membersihkan bagian dalam vagina

î Cara mengetahui Suhu Basal Tubuh

Menjelang ovulasi (masa subur) suhu basal badan turun, kemudian kurang dari 24 jam sesudah ovulasi suhu badan naik lagi sampai tingkat lebih tinggi daripada tingkat suhu sebelum ovulasi, dan tetap tinggi hingga sampai pada waktu terja­di­nya haid.

Pengukuran suhu basal dilakukan se­tiap hari sesudah haid berakhir sampai mu­lainya haid berikutnya. Hal ini dila­kukan sewaktu bangun pagi sebelum men­jalankan kegiatan apa-apa, dengan memasukkan termometer dalam rektum atau dalam mulut dibawah lidah selama 5 menit.

Dengan cara ini akan diketahui masa subur seseorang. Namun perlu diketahui, bahwa suhu tubuh dapat naik tanpa ter­jadi ovulasi, misalnya infeksi, kurang ti­dur, minum alkohol dan sebagainya.

Mengkombinasikan beberapa cara ter­sebut akan meningkatkan efektifitas dan keberhasilan KB cara ini.

Sebagai tambahan bahwa cara se­der­hana ini dapat dikombinasikan satu de­ngan yang lain. Yaitu dengan cara:

a. Senggama terputus dengan pantang ber­kala. Yaitu pada masa subur yang sudah dihitung, hubungan seksual meng­­gunakan senggama terputus, se­dangkan diluar masa subur dilakukan seperti biasa.

b. Pantang berkala dengan kondom. Yai­tu pada masa subur hubungan sek­su­al menggunakan kon­­dom dan di­luar masa subur hu­bungan seksual seperti biasa.

Usaha Memilih Jenis Kelamin Bayi

Banyak kita jumpai orang yang ber-KB, ingin membatasi anaknya 2 atau 3 saja. Namun mereka menginginkan dari anak ke-2 atau ke-3 anaknya lahir laki-laki dan pe­rem­puan. Namun kenyataannya banyak ki­ta temui semua anaknya perempuan atau semua anaknya laki-laki. Maka muncullah problem rumah tangga, haruskah memba­ta­si hanya 2 atau 3 anak saja? Atau haruskah punya anak lagi sampai lahir jenis yang di­inginkan?

Untuk itulah diperlukan usaha untuk mendapatkan anak dengan jenis kelamin yang diinginkan. Sudah barang tentu hal ini sebatas usaha yang tidak lepas dari takdir Alloh SWT.

Maaf untuk kelengkapan tulisan ini, silahkan tulis email anda di kolom komentar. Dan ajukan permintaan tulisan ini secara lengkap ke email anda. Hal ini kami lakukan karena kawatir dibaca para pemuda yang belum menikah. Harap maklum.

semoga Alloh سبحانه وتعال mengabulkan do’a kita.