Apakah DM itu?

DM singkatan dari Diabetes Mel­li­tus atau sering dikenal dengan istilah ken­cing ma­nis. Ini merupakan penyakit menahun yang ditandai adanya kenaikan kadar gula di dalam darah yang dise­bab­kan kerusakan kelenjar pankreas seba­gai penghasil hormon insulin sehingga ter­jadi gangguan meta­bo­lisme karbo­hi­drat, lemak dan protein yang dapat me­nim­bulkan berbagai keluhan dan kom­pli­kasi.

Siapa yang Beresiko DM?

Factor resiko DM berubah dengan ke­ma­juan peradaban. WHO beberapa ta­hun si­lam menyebutkan factor penyebab bagi 80% penderita DM adalah keturu­nan. Namun pa­da penelitian akhir-akhir ini menyebutkan 80% DM bukan karena factor keturunan, te­tapi lebih karena fac­tor peru­bahan pola kon­sumsi makanan dan minuman.

Beberapa factor resiko DM adalah se­ba­gai berikut:

v Pola makan yang tidak seimbang

v Riwayat keluarga DM dalam garis ketu­ru­nan

v Kurang olah raga

v Umur lebih 45 tahun

v Berat badan berlebih (kegemukan)

v Kadar Kolesterol dan trigliserid yang ting­gi

v Hipertensi (darah tinggi)

v Infeksi virus

v Keracunan

v Kehamilan dengan berat bayi lahir > 4Kg

v Kehamilan dengan kadar gula yang me­ningkat.

v Gangguan toleransi glukosa, lemak da­lam darah

v Riwayat keguguran berulang, keracu­nan kehamilan, bayi lahir mati.

Apa Gejala DM

Gejala-gejala kencing manis dianta­ra­nya:

v Sering kencing, terutama malam hari ken­cing > 3 kali atau terbangun ha­nya ka­rena ingin kencing.

v Sering minum dan sering makan

v Penurunan berat badan yang tidak je­las penyebabnya

v Keluhan lain: lemas, kesemutan, rasa ba­al (tebal), gatal-gatal anggota ba­dan, ma­ta kabur, gangguan seksual pada pria, ga­tal-gatal pada alat ke­la­min wani­ta/ke­putihan, bisul hilang tim­bul.

v Apabila luka sulit sembuh

Bagaimana memastikan DM?

Penegakan diagnosa kencing manis ada­lah melalui pemeriksaan laborato­ri­um de­ngan hasil sebagai berikut:

Table pemeriksaan gula darah

Bukan DM

Belum Pasti

DM

Sewaktu (mg/dl)

Vena<110

Kapiler<90

110-199

90-199

>200

>200

Puasa (mg/dl)

Vena<110

Kapiler<90

110-125

90-109

>126

>110

Selain melalui pemeriksaan darah da­pat pula melalui pemeriksaan urin (air ken­cing). Tetapi hal ini tidak dianjurkan karena kurang peka. Namun untuk ke­pen­­­ti­ngan pen­jaringan penderita dapat dilakukan teru­ta­ma di daerah yang jauh dari laboratorium klinik.

Apa Komplikasi DM?

Komplikasi akibat DM adalah:

v Keracunan tubuh karena DM

v Hipoglikemi (kadar gula kurang dari nor­mal).

v Kematian saraf otak

v Kemunduran fungsi penglihatan

v Kemunduran fungsi saraf

v Kemunduran fungsi seksual pada pria.

Apa yang Harus dilakukan?

Apabila kita mengalami kencing ma­nis, ada beberapa hal yang dapat kita laku­kan. Yang perlu kita ketahui bahwa kencing manis sulit disembuhkan namun dapat di­ken­dalikan. Pengendalian dapat dilakukan de­ngan obat maupun tanpa obat.

v Tanpa Obat

· Menghindari/mengendalikan factor re­siko

· Pengendalian makan (diet), yaitu:

ü Dengan menghindari:

Gula murni: gula pasir, gula ja­wa. Makanan dan minuman yang dibuat dari gula murni: abon, den­deng, sarden, mani­san, do­dol, cake, tart, sirup, jel­ly, susu ken­tal manis, coklat, soft drink, es krim, dll.

ü Dengan membatasi:

– makanan yang mengandung kar­bohi­drat: nasi, ubi, singkong, roti, mie, kentang, jagung,

– ma­kanan yang diolah dari te­pung-tepungan

Apabila setelah tiga bulan kadar gu­­la masih tinggi perlu dilakukan pe­ngendalian dengan obat.

v Dengan Obat

· Obat oral (ditelan)

Apabila gula darah tidak dapat diturunkan sampai tingkat hampir nor­mal dengan diet, maka perlu dila­kukan dengan obat oral (pil, kaplet, kapsul). Untuk obat-obat pil ini kon­sultasikan de­ngan dokter anda. Obat apa yang cocok bagi anda dan berapa dosis yang di­per­lukan.

· Obat injeksi

Apabila dengan pengobatan o­ral (pil) belum juga dapat diatasi dan pen­derita menjadi kurus, atau timbul luka yang sulit untuk disembuhkan, maka ken­cing manis yang demikian perlu de­ngan pengobatan injeksi.

Apabila terjadi komplikasi seba­ik­nya dirujuk ke Rumah Sakit.

Bagaimana Mencegah DM?

Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah terkena DM adalah:

v Pola makan yang seimbang (karbohi­drat 60-70%, protein 10-15%, lemak 20-25%, yang disesuaikan dengan pro­­ses pertum­buhan, status gizi, u­mur, stress akut dan kegiatan jas­ma­ni).

v Olah raga teratur: 3-4 kali seminggu se­lama 30 menit, sifat kontinyu (terus me­nerus), ritmik (berulang), interval (diberi selang waktu), progresif, en­duran, target mencapai sasaran se­be­sar 75-85% dari nadi maksimal yaitu 220 dikurangi umur.

v Jaga Berat badan jangan sampai ber­lebih (kegemukan).

v Jangan banyak makan yang banyak me­ngandung Kolesterol dan trigli­se­rid yang tinggi. Seperti makanan ber­le­­mak, Otak, ginjal, lidah, keju, jero­han, dll. Margarin dan mentega biasa. Bum­bu-bumbu; ga­ram dapur, ba­­king powder, soda kue, vet­sin, ke­cap, te­rasi, magi, tomato ke­cap, pe­tis, tao­co, dll.

v Apabila mempunyai Hipertensi (da­rah tinggi) seringlah kontrol jangan sampai menimbulkan komplikasi ter­ma­suk DM.

v Apabila anda mempunyai riwayat:

§ Ke­­hamilan dengan berat bayi lahir > 4Kg

§ Kehamilan dengan kadar gula yang me­ningkat

§ Riwayat keguguran berulang,

§ Keracu­nan kahamilan (e­klam­si/pre­eklamsi, yaitu kehamilan dengan teka­nan darah meningkat)

Berhati-hatilah dan waspada ba­ik da­ri segi pola makanan maupun pola hi­dup.

APA YANG PERLU DIPERHATIKAN?

Apabila anda menderita DM, hal yang perlu anda perhatikan adalah:

v Anda harus tahu gejala hipoglikemi (gu­la darah rendah), karena pen­de­ri­ta DM cenderung mudah menga­la­mi hipogli­ke­mi dan hipoglikemi lebih berba­haya da­ripada hiperglikemi (DM). Adapun geja­lanya adalah banyak ke­­luar keringat dingin, berdebar-debar, na­fas ce­pat, mendadak lemas.

v Apabila anda mengalami hipoglikemi se­ge­ralah minum atau makan yang ba­nyak mengandung gula seperti pi­sang, teh yang manis, snack dll.

v Minuman yang manis dan makanan ri­ngan harus anda sediakan dima­na­pun an­da berada, sehingga apabila an­­da me­ngalami hipoglikemi dapat langsung dia­tasi.

v Jangan terlalu lama tidak makan se­dang anda masih beraktivitas, apalagi aktivitas berat.

v Jangan minum obat apabila anda mau puasa. Jangan tidak makan dalam jangka waktu lama bila habis minum obat.

v Kontrolkan secara rutin kadar gula darah anda minimal 1 bulan sekali. Sehingga tidak terjadi komplikasi.