APA ASMA ITU?

Asma adalah suatu penyakit yang dia­ki­batkan oleh keadaan saluran nafas yang sen­si­tive (sangat peka) terhadap berbagai rang­sang, baik dari dalam maupun dari luar tubuh, yang berakibat penyempitan jalan nafas yang bersifat reversible (bila serangan sudah hi­lang kondisi kembali normal), hilang timbul (fluktuatif ) dan individual (setiap orang ber­beda penyebab dan gejala yang ditimbulkan).

Mengapa terjadi sesak nafas?

Dasar kelainan asma adalah keadaan sa­luran nafas yang sensitive (sangat peka) ter­ha­dap rangsang se­hingga ter­ja­di hal-hal se­ba­gai berikut:


Ø Otot-otot saluran nafas bagian dalam kon­traksi (menegang) sehingga akan terjadi pe­nyempitan jalan nafas.

Ø Selaput lendir saluran nafas membeng­kak. Hal ini menyebabkan saluran nafas tam­bah sempit.

Ø Produksi lendir menjadi banyak dan ken­tal. Apabila lendir ini sulit keluar, maka akan menambah sesak nafas.


Bagaimana gejala asma tersebut?

Gejala berikut biasanya menandai ada­nya serangan asma:

1. Sesak nafas, yaitu terasa berat dan lebih la­ma menghembuskan atau mengeluarkan nafas dari biasanya. Biasanya dengan me­ngi.

2. Batuk produktif (sering sekali batuk) de­ngan mengi yang ber­ulang-ulang (akibat pe­nyempitan saluran na­fas).

3. Dada terasa terikat datang tiba-tiba, teru­ta­ma oleh suatu factor pencetus (trigger).

4. Lendir kental dan sulit dikeluarkan.

5. Susah tidur dengan posisi berbaring/ter­len­tang, tetapi lebih enak dengan posisi du­duk/setengah duduk.

6. Pada serangan asma yang berat terlihat otot-otot bantu pernafasan dada bekerja eks­tra dan tampak kebiruan (sianosis). Hal ini sering disebut status asmatikus yang sering berakibat fatal, sehingga per­lu penanganan segera.

Yang perlu diperhatikan bahwa sera­ngan asma tidak sama pada setiap orang. Bah­­kan pada satu penderita yang sama, berat dan lamanya serangan dapat berbeda-beda pa­da setiap waktu.

Derajat Berat Ringannya Serangan Asma Akut

Gejala Klinis

Serangan ringan

Serangan sedang

Serangan berat

Henti na­­fas, menga­cam

Sesak nafas

Berjalan sudah sesak

Berbicara sudah sesak

Istirahat sudah sesak

Posisi badan

Masih dapat berbaring

Lebih enak duduk

Duduk ha­rus mem­bungkuk ke depan

Berbi­ca­ra

Dapat menye­lesaikan kali­mat

Berbicara terputus-putus

Sukar berbicara krn sesak

Kegeli­sahan

Kadang gelisah

Selalu gelisah

Selalu gelisah

Mengantuk/ bingung

Frekuensi per­nafasan

Meningkat

meningkat

Sering lbh 30X/mnt

Nafas da­­da & pe­rut

Otot Bantu nafas

Biasanya tdk digunakan

Biasanya digunakan

Biasanya digunakan

Nafas dada & perut

Bising mengi

Sedang, sering waktu menghembuskan nafas

keras

Biasanya keras

Tidak ada bising

Nadi tiap mnt

Kurang 100

100-200

Lebih 120

bardikardi


Apa Penyebab dan Pencetus Asma?

Penyebab asma secara pasti belum di­ke­tahui. Diduga ada beberapa factor yang me­­­­nyebabkan saluran nafas bereaksi secara berlebihan. Factor keturunan dan lingkungan diduga berperan sebagai fac­tor penyebab ter­jadinya asma. Beberapa fac­tor yang memicu munculnya serangan yang se­ring didapat ada­lah:

Ø Alergen

Yaitu zat yang menimbulkan alergi. Aler­gen dapat masuk kedalam tubuh melalui hi­rupan, makanan, minuman, suntikan, atau tempelan pada kulit. Yang dapat men­­­­jadi allergen diantaranya: debu ru­mah tangga, tungau debu rumah, spora ja­mur, serpihan kulit anjing atau kucing dan lain-lain. Makanan seperti susu, telur, kacang-kacangan, coklat dan ikan laut da­pat pula sebagai alergen.

Ø Infeksi saluran nafas

Diperkirakan 2/3 asma pada anak dan 1/3 pada penderita dewasa, serangan asma mun­­­cul akibat dari infeksi saluran nafas.

Ø Iritan.

Iritan atau polusi udara dalam rumah tang­ga dapat pula menimbulkan as­ma, mi­salnya asap rokok, minyak wangi, sem­pro­tan rambut (hairspray). Penderita yang tidak merokok, bisa mendapat se­ra­ngan asma karena berada dalam rua­ngan yang penuh asap rokok.

Ø Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik yang berat atau terlalu ber­lebihan akan menimbulkan serangan as­ma pada sebagian besar penderita asma.

Yang perlu diperhatikan, pada setiap akan olah raga terlebih dahulu harus mela­ku­kan pemanasan. Perlu diperhatikan juga ju­ga bahwa serangan biasanya muncul 10-60 menit setelah aktivitas berat. Se­hing­ga apabila selesai aktivitas tidak mun­cul serangan jangan diabaikan sam­pai melewati 60 menit dari akhir akti­vi­tas.

Ø Obat-obat tertentu

Obat-obat tertentu dapat pula memicu mun­­culnya serangan asma. Yang paling se­­ring adalah obat darah tinggi dan jan­tung koroner yang termasuk beta-bloc­k­ers, aspirin obat anti reumatik. Obat lain tidak menutup kemungkinan menimbul­kan alergi yang memicu serangan asma, sehingga apabila telah mengerti obat ter­sebut menimbulkan serangan harus dihin­dari. Untuk lebih jelasnya mintalah pen­je­lasan kepada dokter anda.

Ø Factor Emosi

Factor emosi, misalnya rasa marah, ce­mas, tertekan (stress) selain dapat men­ce­tuskan asma juga dapat memperberat se­ra­ngan asma yang sudah ada.

Untuk penderita yang mengalami tekanan jiwa, perlu ditangani masalah kejiwaan­nya selain pengobatan asmanya tersebut.

Seorang penderita asma yang lama, dapat pula menimbulkan gangguan kejiwaan, se­­hingga pengertian terhadap asma harus diberikan kepada penderita supaya tidak ter­tekan jiwanya.

Ø Cuaca

Cuaca yang berubah-ubah yaitu peru­ba­han tekanan udara, perubahan suhu udara dan kelembaban udara juga dapat me­nim­bulkan serangan asma. Kelembaban ting­gi, cuaca panas, dan cuaca dingin dapat pu­­­la mencetuskan serangan asma.


Apa yang Harus dilakukan?

Apabila anda mempunyai gejala seperti yang telah disebutkan diatas, hal hal yang perlu anda lakukan adalah:

Ø Segera periksakan diri anda. Hal ini pen­ting untuk mengetahui apakah anda men­derita asma atau penyakit pe­nyempitan sa­luran nafas lain. Hal ini penting karena banyak penyakit lain yang gejalanya mi­rip dengan asma. Seperti Penyakit Paru Obs­truksi Menahun (PPOM), payah jan­tung kongestif, bronkhiektasi dan tuber­cu­losis (TBC) paru.

Ø Apabila anda dinyatakan menderita asma, carilah factor pencetus dari serangan as­ma untuk diri anda. Hindarkanlah factor al­lergen tersebut semaksimal mungkin.

Ø Sediakan obat anti asma yang cocok bagi anda walaupun tidak terjadi serangan as­ma. Hal ini penting untuk antisipasi sera­ngan asma yang tidak pernah terduga. Ka­lau perlu kemanapun anda pergi harus mem­bawa obat anti asma.

Ø Lindungilah diri anda dari factor mete­ro­logi misalnya polusi udara, perubahan ha­wa mendadak dan kelembaban udara.

Ø Memperbaiki lingkungan rumah terutama keadaan tempat tidur.

Ø Dianjurkan untuk tidak merokok karena me­rangsang broncus dan mengurangi da­ya tahan terhadap kuman.

Ø Latihan pernafasan untuk memperbaiki ventilasi pernafasan.

Ø Hindari obat-obat yang menimbulkan se­ra­ngan misalnya antihistamin (CTM) dan antikolinergik dapat mengeringkan secret bronkus, tranquilizer (obat penenang) da­pat menyebabkan depresi nafas, obat yang termasuk beta blockers (obat darah tinggi).

Ø Apabila anda sering mengalami serangan asma yang hebat. Mintalah kepada dokter obat yang tepat dan sediakan di rumah anda.

Ø Konsultasikanlah ke dokter anda apabila terjadi hal-hal yang tidak wajar.