ASPEK KESEHATAN

DALAM PELAKSANAAN IBADAH HAJI

Oleh: dr. Mochamad Syamsul Muin

 

ا لسلا م عليكم وره مة الله وبركا ته

Alhamdulillah, pada kesempatan ini kami dapat memberikan masukan dalam rangka pelaksanaan ibadah haji, utamanya dalam masalah kesehatan.

Tulisan kami ini sesuai apa yang kami alami dalam ibadah haji tahun 2004/2005 pada gelombang II. Dalam tulisan ini kami padukan antara teori dalam ilmu kedokteran dengan kenyataan di lapangan.tidak semua teori sesuai dengan kenyataan di lapangan, namun pelaksanaan dilapangan tanpa didasari teori (ilmu) sama halnya masuk hutan tanpa penunjuk jalan.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi penuis sendiri dengan mengharap pahala Alloh, dan juga bagi para pembaca semuanya. Semoga berkah Alloh bagi kita bersama.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM BERANGAT

  • OBAT-OBATAN

Membawa obat-obatan yang biasanya cocok bagi anda. Terutama obat batuk-pilek

Berdasarkan pengalaam kami sebagai petugas kesehatan haji, obat batuk pilek yang cocok adalah obat batuk-pilek biasa (alpara, ultraflu, migsagrip atau  lainnya tergantung kebiasaan anda) ditambah OBH syrup yang ternyata efektif, kemudian ditambaha antibiotik yang paling cocok ternyata eritromicin. Sebaiknya dikoordinir dalam satu regu atau rombongan. Misalnya si A membawa obat erotromicin 3 box, si B membawa OBH 20 botol dan seterusnya. Kemudian pada waktu di Embarkasi Donohudan dimintakan tanda tangan dokter kloter. Jangan mengandalkan obat dari petugas pada waktu di Arab Saudi, karena sering obat datangnya terlambat atau habis. Tetapi dalam pemakaian obat pada waktu di Arab Saudi sebaiknya konsultasi dengan dokter.

Untuk anda yang mempunyai penyakit tertentu (seperti darah tinggi, asma, kencing manis, asam urat, jantung, dan lain-lain), sebaiknya membawa obat yang cocok untuk penyakit anda tersebut secukupnya.

Apabila anda mempunyai riwayat alergi terhadap obat atau makanan ter­ten­tu, catat dan sampaikan kepada petugas kesehatan haji. Setiap akan me­minum obat yang belum anda kenal, tanyakan kepada dokter kloter anda kandungan dari obat tersebut, apakah ada yang mengandung obat yang anda alergi terhadapnya. Jangan lupa membawa obat sendiri yang anda jelas tidak alergi bila meminumnya

  • SELAIN OBAT

ü      Peralatan yang menunjang kesehatan, hal ini terdiri dari:

–          Jaket tebal kalau ada, ini juga untuk berjaga-jaga dicuaca yang sangat dingin.

–          Kaos kaki tebal minimal 2, terutama bila gelombang I, karena gelombang I ke Ma­di­nah dulu yang bia­sanya cuaca sangat dingin

–          Alat mandi dan cuci (sikat gigi, sabun man­­di, sabun cuci, odol, sampo dan tem­pat sabun) seperlunya tidak usah banyak-ba­nyak. Di Arab Saudi kita tidak banyak berkeringat, sehingga tidak mudah berbau. Dan tidak perlu sering memcuci pakaian, juga tidak perlu terlalu banyak pakaian karena pakaian cepat sekali keringnya.

–          Sandal jepit 2, sebaiknya yang beda dari yang lain sebab bila sama mudah tertukar dan hilang. Sandal yang paling berbeda yang tidak ada yang sama akan sangat membantu anda, karena mudah dikenali dan kemungkinan tertukar sangat kecil.

–          Snack seperlunya. Hal ini penting terutama pada waktu anda menunggu pemberangkatan dari kabupataen menuju Asrama Haji Donohudan Solo. Dan pada waku sampai di As­rama Haji dimana disana dilakukan pengecekan oleh pe­tugas (baik kesehatan maupun lainnya) yang mem­bu­tuh­kan waktu yang cukup lama.

–          Masker minimal 3 yang dapat dibasahi, ini sangat pen­ting ka­rena di Arab cuaca kering. Te­taplah pakai masker walaupun ba­nyak yang tidak memakainya karena sangat efek­tif untuk men­cegah tertular flu. Nanti akan diberi masker oleh petugas, na­mun mas­ker yang dibe­ri­kan bukan masker yang dapat dibasahi. Maka lebih baik membeli dari tanah air kalau perlu sebanyak-banyaknya.

–          Piring, sendok, gelas sebaiknya yang dari plastik sehingga tidak mudah pecah. Cukup satu aja setiap orang.

–          Payung

–          Kaca mata gelap (hitam), ini karena siang hari sangat silau. Hal ini sangat bermanfaat apabila ke masjid siang hari hari, sehing­ga mata tidak mudah lelah. Namun perlu di ingat, jangan dipa­kai pada waktu umroh dan pelaksanaan haji. Mengingat per­bedaan pendapat tentang memakai kaca mata ini termasuk yang menutupi wajah atau tidak.

–          Vaseline untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah, karena yang cocok Va­se­line atau lebih bagus lagi minyak zai­tun. Pe­nu­lis sebelumnya memakai Nivea, sampai diberitahu oleh orang Indonesia yang tinggal di Arab Saudi, bahwa yang cocok ada­lah Va­seline (yang dipakai penulis buatan Arab Saudi, penulis tidak tahu apakah kandungan yang diproduksi di Indonesia sa­ma atau tidak) atau minyak zaitun, dan itu terbukti minimal oleh penulis. Kedua macam hal tersebut dapat di beli di Mak­kah maupun di Madinah. Untuk mencegah bibir pecah-pecah banyak yang menggunakan lipsgloss. Penulis sudah bertanya kepada penjual yang resmi dari pabrikan di asrama haji Donohudan Solo, “Apakah lipsgloss ini beraroma?”, penjual men­jawab beraroma namun tidak menyengat, hanya seke­dar tidak berbau. Namun untuk menjaga diri, jangan memakai lips­gloss disaat pelaksanaan ibadah umroh maupun haji. Karena pada waktu itu dilarang memaki wangi-wangian, adapun se­belum pelaksanaan memang dianjurkan untuk memakai wangi-wangian. Walloohu’alam.

$       Lain-lain

  • Lakukan pengecekan kesehatan anda dengan sebenar-benarnya. Semakin anda tahu kondisi anda sesungguhnya semakin baik bagi anda. Karena dengan hal tersebut anda akan mengerti apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.
  • Apabila anda mempunyai penyakit tertentu (kronis, seperti darah tinggi, asma, kencing manis, kolesterol, asam urat, dan lain-lain), kontrollah kesehatan anda minimal sebulan sekali.
  • Hindari konsumsi makanan yang tidak aman ( berkolesterol tinggi atau merangsang lambung) seperti jerohan, gajih, kacang-kacangan dalam jumlah berlebihan , es, makanan yang masam (kecut), pedas, berkarbonasi.
  • Latihan jalan kaki setiap hari satu kilometer sampai 3 kilometer. Karena nanti di Saudi akan sering jalan kaki bahkan ada yang menanjak. Kita tidak tahu apakah mendapat tempat penginapan yang dekat atau jauh.