HAID DAN IBADAH HAJI

Merupakan hal yang wajar, apabila jamaah haji ingin sekali memperbanyak amal ibadah ketika dimakkah maupun di madinah. Baik hari-hari ibadah haji itu sendiri maupun di luar hari-hari ibadah haji. Hal ini mengingat faedah/pahala yang dijanjikan oleh Alloh dalam rangka ibadah haji ini. Demikian juga karena keutamaan sholat di masjidil Harom makkah dan masjid Nabawi madinah. Namun sudah menjadi qodrat Alloh bagi wanita yang normal, mereka mandapatkan haid setiap bulannya. Diamana ketika haid datang, wanita tidak dibolehkan sholat dan thowaf. Maka muncullah suatu pemikiran bagaimana supaya ketika haji tidak mengalami menstruasi (haid).

Agar wanita tidak mengalami menstruasi, maka dibuat kondisi rahim seperti keadaan rahim saat hamil, maka obat-obatan yang digunakan adalah obat-obat hormonal yang mempertahankan fase tersebut, yaitu progesteron atau turunannya dan obat contrsepsi kombinasi.

Agar saat ibadah haji tidak menstruasi, maka ada 2 cara yang bisa dilakukan, yaitu memajukan haid (menstruasi) atau mengundurkannya. Hal ini tergantung kapan (tanggal berapa) wanita tersebut biasanya mengalami menstruasi. Perlu dingat bahwa ibadah haji berlangsung kurang lebih 40 hari, hal ini melebihi 1 kali siklus haid. Apabila wanita itu diperkirakan menstruasi ketika beberapa hari setelah berangkat ke tanah suci, maka sebaiknya menstruasi dimajukan, kemudian baru setelah menstruasi diberikan obat untuk mengundurkan mentruasi. Namum, apabila menstruasi kemungkinan terjadi pertengahan atau bahkan akhir masa ibadah haji, maka menstruasi dimundurkan sampai ibadah haji selesai.

Masa ibadah haji

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

40
Dimajukan, kemudian                    dimundurkan Langsung dimundurkan

 

Dari yang kami paparkan diatas, maka perlu diketahui kapan kira-kira datang menstruasi dan berapa lama menstruasi terjadi.

  • Apabila menstruasi diperkirakan awal waktu ibadah haji, maka jauh hari sebelumnya diusahakan agar menstruasi terjadi sebelum berangkat haji dan berakhir beberapa hari sebelum berangkat haji. Karena masa melaksanakan ibadah haji sekitar 40 hari, maka akan terjadi menstruasi di dalam masa tersebut, sehingga diusahakan dengan mengundurkan haid.
  • Apabila menstruasi diperkirakan pertengahan atau diakhir masa ibadah haji,  maka langsung diundurkan masa haid-nya sampai selesai ibadah haji.

 

Untuk semua itu konsultasikan dengan dokter anda.

PERHATIAN

Tidak ada satu obatpun yang cocok untuk semua orang. Sehingga perlu pertimbangan yang masak-masak. Karena apabila tidak cocok bagi wanita tertentu, akan muncul hal-hal berikut ini.

  • Perdarahan bercak-bercak. Kalau hal ini terjadi maka akan sangat merepotkan, bukan hanya repot untuk membersihkan bercak darah, tetapi menjadi ragu apakah ini darah haid atau bukan?. Maka bila terjadi hal semacam ini konsultasikan dengan dokter anda.
  • Tekanan darah jadi naik.
  • Sering sakit magh. Gejala yang sering muncul adalah pusing, mual-mual bahkan sampai muntah.
  • Pusing yang berkepanjangan.
  • Pegal-pegal berkepanjangan
  • Dan lain-lain

Apabila muncul gejala tersebut diatas, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter anda.

RENUNGAN

Ibadah yang dilarang apabila mengalami haid (menstruasi) adalah towaf dan sholat. Sedangkan dalam ibadah haji yang penting adalah waktu towaf. Maka menurut hemat kami sebaiknya tidak usah memaki obat penunda menstruasi yang belum jelas kecocokannya untuk anda, kecuali apabila kemungkinan menstruasi terjadi pada waktu towaf wajib, yang tidak memungkinkan wanita untuk melakukan towaf wajib kecuali dengan menunda haid.

Hal ini ada beberapa faidah, yaitu:

  1. kita menerima takdir Alloh yang diberikan kepada kita. Dan ini sangat baik untuk ketundukan kita kepada ketentuan Alloh.
  2. Kita tidak kawatir akan munculnya efek samping dari obat penunda haid.
  3. Ibadah haji kita tetap sah, tidak berkurang fadhilah ibadah haji kita (insyaAlloh) karena tidak dapat sholat di masjidil harom karena datangnya haid. Karena Alloh telah menghendaki hal itu untuk kita.
  4. Menghemat biaya, karena tidak untuk membeli obat-obat penunda haid yang harganya tidak murah.

Demikian kami buat tulisan ini, semoga bermanfaat bagi penulis sebagai amal sholeh yang diterima oleh Alloh dan juga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Walloohu a’lam