tulisan berikut kami ambil dari pedoman di Puskesmas. Adapun tentang hal ikhwal KB, InsyaAllloh akan kami buat catatan khusus tentang KB yang akan membahas KB dan problematikanya, semoga Alloh memudahkan.

Apa KB Itu?

Keluarga Berencana adalah perenca¬na¬an kehamilan, sehingga kehamilan hanya terjadi pada waktu yang diinginkan. Jarak an¬tar kelahiran diperpanjang, dan kelahiran berikutnya dapat dicegah apabila jumlah anak sudah mencapai yang dikehendaki.

Siapa yang berhak mendapat pelayanan KB?

Pasangan yang seharusnya diberi pe¬la¬yanan KB adalah:

 Mereka yang ingin mencegah kehami¬lan karena alasan pribadi.

 Mereka yang ingin menjarangkan kela¬hi¬ran. Demi kesehatan ibu dan anak ja¬rak kelahiran yang baik adalah 3 tahun.

 Mereka yang ingin membatasi jumlah anak.

 Keluarga yang termasuk dibawah ini:

• Ibu yang menderita penyakit menda¬dak (akut) atau menahun (kronis).

• Ibu yang berusia dibawah 20 tahun atau diatas 30 tahun.

• Ibu yang mempunyai lebih dari 5 orang anak.

• Ibu yang mempunyai riwayat kesuka¬ran dalam persalinan, misalnya lahir mati berulangkali melahirkan dengan operasi sesar dan komplikasi lain.

• Keluarga dengan anak-anak gizi bu¬ruk.

• Ibu yang telah mengalami keguguran berulang kali.

• Kepala keluarganya tidak mempunyai pekerjaan tetap.

• Keluarga dengan tempat tinggal yang sempit.

• Keluarga dengan taraf pendidikan ren¬dah, sedikit sekali pengertiannya tentang pemeliharaan kesehatan.

Bagaimana Pola Perencanaan KB?

Perencanaan KB dibagi 3 masa me¬nu¬rut usia reproduksi seorang istri sebagai be¬ri¬kut:

a. Masa menunda kehamilan bagi pasa¬ngan usia subur dengan istri usia diba¬wah 20 tahun.

b. Masa mengatur kesuburan (menjarang¬kan kehamilan) periode usia istri antara 20-30 tahun. Pada usia ini paling baik untuk melahirkan. Jarak kelahiran yang baik adalah 3-4 tahun.

c. Masa mengakhiri kesuburan (tidak ha¬mil lagi) periode istri usia diatas 30 ta¬hun. Sebaiknya mengakhiri kesuburan setelah mempunyai anak minimal 2 anak.

umur

Tidak reproduktif

Haid 10 Bahaya Masa reproduksi

muda

15 Jangan dulu

Kawin 20 Silahkan

Beranak Masa reproduksi

25 Sehat

Batas mengurus balita 30 Jangan lagi

Masa reproduksi

35 Bahaya tua

40

Tidak reproduktif

menopouse

Gambar pola perencanaan KB

Bagaimana memilih Kontrasepsi?

Kontrasepsi disesuaikan dengan tu¬ju¬an dari anda melakukan KB. Untuk kepen¬tingan ini dapat diperinci sebagai berikut:

a. Bertujuan untuk menunda kehami¬lan/ ke¬suburan

1) Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlu¬kan:

• Reversibilitas yang tinggi, artinya apa¬¬bila kontrasepsi telah dihentikan kesuburan akan kembali normal. Hal ini penting karena aseptor be¬lum mempunyai anak.

• Efektifitas yang relatif tinggi. Hal ini penting karena kegagalan akan me¬nyebabkan kehamilan dengan resi¬ko tinggi (untuk yang usianya ku¬rang 20 tahun).

2) Kontrasepsi yang cocok:

• KB pil disusul AKDR mini (alat kon¬trasepsi dalam rahim/sering dike¬nal dengan istilah spiral), cara se¬der¬¬hana (kondom dan KB berkala /tanggal).

• Alasan:

 Umur dibawah 20 tahun sebaik¬nya tidak mempunyai anak dulu ka¬rena berbagai alasan.

 Merupakan umur prioritas peng¬gu¬naan KB pil telan, karena peser¬ta masih muda.

 Penggunaan kondom kurang me¬ng¬un¬tungkan, karena pasangan mu¬¬¬¬da masih sering bersenggama (fre¬kuensi tinggi), sehingga ke¬mung¬¬kinan gagal tinggi.

 Penggunaan AKDR mini (spiral) bagi yang belum mempunyai a¬nak pada masa ini dapat dian¬jur¬kan, terlebih bagi yang kontra in¬di¬kasi terhadap KB pil telan.

b. Bertujuan untuk mengatur kesuburan/ menjarangkan kehamilan

1) Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlu¬kan:

• Efektifitas cukup tinggi

• Reversibilatas cukup tinggi, karena akseptor masih mengharapkan pu¬nya anak lagi.

• Dapat dipakai 3-4 tahun, yaitu se¬suai dengan jarak kelahiran yang di¬rencanakan.

• Tidak menghambat produksi ASI. Hal ini penting terutama bagi ibu yang menyusui, karena susu adalah makanan paling baik bagi bayi an¬da yang sebaioknya diberikan hing¬ga usia anak 2 tahun.

2) Kontrasepsi yang cocok:

• AKDR (spiral) disusul pil, suntikan, cara sederhana, susuk KB, kontra¬sep¬si mantap.

• Alasan:

 Umur antara 20-30 tahun merupa¬kan usia yang terbaik untuk me¬ngandung dan melahirkan.

 Segera setelah anak lahir, maka dianjurkan untuk memakai AKDR sebagai pilihan utama.

 Kegagalan yang menyebabkan ke¬ha¬milan ckup tinggi, namun disini tidak/kurang berbahaya karena yang bersangkutan berada pada usia mengandung dan melahirkan yang baik.

c. Bertujuan mengakhiri kesuburan (ti¬dak hamil lagi)

1) Ciri-ciri kontrasepsi yang diper¬lu¬kan:

• Efektifitas sangat tinggi, karena ke¬ga¬galan menyebabkan kehamilan de¬¬ngan resiko tinggi bagi ibu dan anak, disamping itu sudah tidak me¬nginginkan anak lagi.

• Reversibilitas rendah

• Dapat dipakai untuk jangka panjang

• Tidak menambah kelainan yang su¬dah ada. Pada usia tua, sering ada kelainan seperti penyakit jantung, darah tinggi, keganasan (tumor), kencing manis, dll.

2) Kontrasepsi yang cocok:

• Kontrasepsi mantap (tubektomi/va¬sek¬tomi) disusul susuk KB, AKDR, suntikan, pil dan cara sederhana.

• Alasan:

 Ibu dengan usia lebih 30 tahun di¬an¬jurkan untuk tidak hamil/punya anak lagi. Karena alasan medis dan la¬innya dengan catatan sudah mem¬¬¬¬¬punyai anak cukup (minimal punya anak 2).

 Kontrsepsi mantap dianjurkan ka¬re¬na relatif aman dan efektifitasnya tinggi dibandingkan dengan yang lain.

 Kontrasepsi hormonal kurang di¬an¬jurkan karena mempunyai ke¬mung¬¬¬¬kinan timbulnya akibat sam¬pingan dan komplikasi.

Bagan penggunaan Kontrasepsi

Umur

Jmlh

anak 20 tahun 20-24 tahun 25-29 tahun 30-34 tahun 35 tahun

0 Pil

AKDR mini

Cara sederhana Pil

AKDR mini

Cara sederhana Tanpa kontrasepsi Tanpa kontrasepsi Resiko tinggi1

1 AKDR

Pil

Suntikan

Cara sederhana AKDR

Pil

Suntikan

Cara sederhana AKDR

suntikan

susuk

Pil

Cara sederhana AKDR

suntikan

susuk

Pil

Cara sederhana Resiko tinggi1

2 AKDR

suntikan

susuk

Pil

Cara sederhana AKDR

suntikan

susuk

Pil

Cara sederhana Kontap

Susuk

AKDR

Suntikan

Pil Kontap

Susuk

AKDR

Suntikan

Pil Kontap

AKDR

Susuk

Cara sederhana

3 atau lebih Kontap

Susuk

AKDR

Suntikan

Pil

Cara sederhana Kontap

Susuk

AKDR

Suntikan

Pil

Cara sederhana Kontap

AKDR

Susuk

Suntikan

Cara sederhana

Pil Kontap

AKDR

Susuk

Suntikan

Cara sederhana

Pil Kontap

AKDR

Susuk

Suntikan

Cara sederhana

Pil

Keterangan: 1. perlu bimbingan, bantuan dan penga¬wasan ahli (dokter ahli, dokter, bidan berpengalaman