Satu Nyamuk, dua Ancaman

Kadang hanya ditepuk dengan tangan seekor nyamuk telah berakhir riwayatnya. Tetapi mengapa dia ditakuti, sehingga hampir semua orang ingin membunuhnya? Buktinya banyak cara ditempuh manusia untuk memberangus hewan yang satu ini. Mengapa demikian? Tentu masing-masing orang punya alasannya.
Satu dari sekian banyak nyamuk yang paling dimusuhi dan ingin diberangus manusia adalah Aedes aegyp¬ti, walaupun banyak manusia yang tidak mengenalnya.
Nyamuk ini memang hanya mampu menggigit yang itupun tidak begitu melukai apalagi mematikan, tetapi gigitannya membawa umpan berbahaya yaitu virus mematikan yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah (virus Dengue). Dan telah banyak laporan tentang kematian akibat penyakit ini.
Selain itu nyamuk ini juga membawa virus yang menyebabkan penyakit menghebohkan akhir-akhir ini yaitu virus yang menyebabkan penyakit Chikungunya. Memang penyakit ini tidak mematikan, namun bisa membuat seorang perkasa, tidak akan berdaya bahkan untuk berjalanpun harus dengan susah payah.
Ibarat ancaman, Aedes aegyp¬ti mengatakan “Kamu pingin Rumah Sakit atau Kuburan!!?”
Maka, jangan sepelekan ukurannya, tapi waspadai akibatnya. Kecil ukurannya, tetapi besar bahayanya. Maka “Waspadalah! Waspadalah!” dia tidak hanya menyerang anak kecil, tidak peduli kaya atau miskin, tidak mengenal pejabat atau rakyat. Anda terlena ketika dia
menyerang, akibatnya harus dibayar mahal.
MENGENAL SANG NYAMUK
Nya¬muk Aedes aegypti berasal dari Brazil dan Ethiopia, badannya kecil, hitam dengan bintik-bintik putih. Pertumbuhannya dari telur hingga dewasa membutuhkan waktu 10 hari. Sering menggigit manusia pada waktu pagi dan siang. Nyamuk ini, senang hidup dan berkembang biak di genangan air bersih didalam maupun disekitar rumah yang pengap. Didalam rumah seperti bak mandi, vas bunga, tempayan, tempat minum burung dan juga kaleng atau botol bekas yang menampung air bersih. Diluar rumah seperti dalam drum, tangki penampung air, kaleng bekas, ban bekas, potongan bambu, tempurung kelapa dll.
Serangga bercorak hitam putih ini juga senang hidup di benda-benda yang menggantung seperti baju-baju yang ada di belakang pintu kamar. Selain itu, nyamuk ini juga menyenangi tempat yang gelap dan pengap.
Bagaimana Membasmi Nyamuk ini?
Membasmi nyamuk aedes aegypti, sama halnya kita mencegah penularan dua penyakit berbahaya sekaligus, karena tidaklah penyakit demam berdarah dan cikungunya dapat menyebar kecuali dengan menumpang nyamuk ini. Virus kedua penyakit tersebut belum bisa dibunuh. Sehingga membasmi kendaraan yang dipakai kedua virus tersebut lebih efektif daripada menangani akibatnya (penyakitnya).
Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan meng¬gunakan beberapa metode yang tepat, yaitu :
 Lingkungan
Metode lingkungan untuk me¬ngen¬dalikan nyamuk tersebut antara lain dengan Pemberan¬tasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat perkembang¬biakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah. Sebagai contoh: Menguras bak mandi/pe¬nam¬pu¬ngan air sekurang-kurangnya sekali seminggu.
Mengganti/¬me¬ngu¬ras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali.
Menutup dengan rapat tempat penampungan air.
Mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di se¬kitar rumah dan lain sebagainya
 Biologis
Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pema¬kan jentik (ikan adu/ikan cu¬pang), dan bakteri (Bt.H-14).
 Kimiawi
Cara pengendalian ini antara lain dengan Insektisida adapun yang digunakan membasmi nyamuk ini adalah dari golongan malation, sedangkan themopos untuk mematikan jentik-jentiknya.
Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion), berguna untuk mengu¬rangi kemungkinan penularan sampai batas waktu tertentu. Malation dipakai dengan cara pengasapan, bukan dengan menyemprotkan ke dinding. Hal ini karena Aedes aegypti tidak suka hinggap di dinding, melainkan pada benda-benda yang menggantung. Memberikan bubuk abate (teme¬phos) pada tempat-tempat pe¬nam¬pungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.
Cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD adalah dengan mengkombinasikan cara-cara di atas, yang disebut dengan “3M Plus”, yaitu menu¬tup, menguras, menimbun. Sela¬in itu juga melakukan beberapa plus seperti memelihara ikan pe¬makan jentik, menabur larva¬sida, menggunakan kelambu pa¬da waktu tidur, memasang kasa, menyemprot dengan insektisida, menggunakan repellent, mema¬sang obat nyamuk, memeriksa jentik berkala, dll sesuai dengan kondisi setempat.
Yang perlu diperhatikan dalam membasmi nyamuk nyamuk ini adalah bahwa nyamuk ini dapat terbang sejauh 100m, sehingga pemberantasan harus mencakup minimal radius 100m. Maka pemberantasan haruslah melibatkan semua elemen masyarakat. Tanpa kesadaran semua pihak, usaha pemberantasan ini tidak akan berhasil. Karena kalau satu rumah bersih tetapi di lingkungannya (radius 100m) merupakan sarang nyamuk, maka penghuni rumah masih terancam diserang Aedes Aegypti.
BAGAIMANA BILA TELAH TERGIGIT?
Apabila seseorang telah tergigit nyamuk Aedes Aegypti, maka ada beberapa kemungkinan yang terjadi.
 Bila nyamuk tidak membawa virus, maka:
• Tidak terjadi apa-apa, paling hanya luka akibat gigitan nyamuk.
• Gatal-gatal, apabila orang yang digigit mempunyai bakat alergi.
 Bila nyamuk membawa virus, maka:
• Bila yang dibawa virus dengue, akan menyebabkan sakit Demam berdarah.
• Bila yang dibawa virus Alphavirus, akan menyebabkan sakit Chikungunya.
APA YANG HARUS DILAKUKAN DAN DIPERHATIKAN?
Bila anda sakit yang disertai panas -seperti flu, typus dll- yang setelah 3 hari panas dan telah diobati belum menunjukkan kesembuhan, maka harus dicurigai Demam Berdarah sampai yakin tidak menderita Demam Berdarah. Hal ini bisa dideteksi dengan pemeriksaan tensi darah dan laboratorium. Konsultasikan hal ini dengan dokter anda.
Bila anda mendadak panas dan disertai nyeri, pegal seluruh badan, bahkan untuk berdiri dan jalan sangat sakit, kemungkinan anda menderita Chikungunya.
Apabila badan panas, perbanyaklah makan dan minum tetapi tidak dingin atau panas.
Apabila anda dicurigai 2 penyakit ini, istirahatlah 2-3 hari sampai yakin sudah sembuh dan mampu beraktivitas normal.
Chikungunya kadang membutuhkan waktu lama untuk penyembuhan bahkan ada yang sampai 3 bulan. Konsultasikan keluhan anda bila mengalaminya.
Walloohu a’lam. Sekian yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat.