Ramadhan segera tiba. Bulan yang dimuliakan Allah serta banyak keutamaan daripada bulan-bulan lainnya yang harus kita sambut dengan semangat ibadah. Dan tentunya, kita menginginkan berpuasa dengan amalan-amalan berpahala tanpa kelesuan. Meskipun perut kosong sejak pagi hingga menjelang maghrib, tidak boleh menghalangi kita untuk memperbanyak amal ibadah yang disyari’atkan Alloh. Dengan demikian kita berharap puasa kita di bulan suci kali ini membawa berkah dan diterima oleh Alloh. Untuk hal tersebut, maka kita perlu mempersiapkannya sejak dini.

Lalu, apakah yang perlu kita persiapkan? Silahkan simak pemaparan berikut:

  • Persiapan Ilmu Syari’at

    Ini adalah hal yang paling pokok yang harus kita persiapkan. Karena padda bulan ini kita melaksanakan puasa adalah karena perintah Alloh yang telah disayari’atkan kepada kita, maka kita harus mempelajari syari’at tersebut. Sehingga antara apa yang diperintahkan dengan apa yang kita amalkan menjadi sesuai/sinkron. Sesuatu yang aneh jika kita melaksanakan perintah seseorang, tetapi tidak paham apa yang diperintahkan.

  • Persiapan Psikologis

    Secara psikologis, setiap orang akan berbeda dalam menyongsong datangnya bulan romadhon. Dari yang paling bahagia dan sangat menantikannya, sampai yang berduka dan sangat sedih menghadapinya. Secara umum puasa adalah sesuatu yang berat secara fisik bagi setiap orang, terutama yang berbadan gemuk, pekerja berat, wanita hamil dan/atau menyusui, manula maupun orang sakit.

    Bagi orang yang sangat berharap keridhoan Alloh, mereka akan mempunyai semangat dalam menjalankan puasa lebih dari yang lainnya. Hal ini, akan sangat membantu dalam menepis rasa berat dalam menjalankan ibadah puasa yang akan dialaminya. Sehingga semakin tinggi keimanan seseorang maka akan semakin mudah dalam menjalankan ibadah di bulan yang suci ini. Maka bekal iman dan ilmu syar’i sangat berperan didalamnya.

    Motivasi yang kuat untuk berpuasa menyebabkan fisik kita siap untuk menghadapi sesuatu yang diakibatkan oleh puasa tersebut. Diketahui bahwa kadar asam lambung orang yang niat puasa lebih rendah dari orang yang kelaparan. Hal ini karena niat(motivasi) puasa menyebabkan penekanan pusat lapar di otak sehingga kita siap menahan lapar sampai waktu berbuka.

  • Persiapan Fisik

    Ibadah puasa adalah suatu ibadah fisik dan psikis, sehingga secara fisikpun juga harus dipersiapkan. Persiapan tersebut, bertingkat sesuai dengan kemampuan baik secara ilmu maupun materi.

    Secara umum persiapan fisik meliputi hal berikut:

  • menjaga agar tidak kelelahan menjelang puasa.
  • tidak mengkonsumsi makanan yang ada kemungkinan mengganggu secara fisik, seperti makanan yang merangsang lambung, kolesterol tinggi, banyak minum es, dll.
  • olah raga secukupnya.
  • tidur yang cukup.
  • Persiapan Materi

    Persiapan ini memang tidak mutlak, tetapi bila dipersiapkan sejak awal akan memberi faedah yang insyaAlloh tidak sedikit. Persiapan ini meliputi keuangan maupun makanan dana lainnya.

    Banyak kaum muslimin, terutama mereka yang bekerja swasta mandiri, yang mereka menabung agar pada waktu datang bulan romadhon mereka bisa fokus total untuk beribadah dan tidak terganggu dengan memikirkan pekerjaan. Maka persiapan materi semacam ini insyaAlloh sangat bermanfaat.

    Atau minimal bila sudah ada bekal materi yang dipunyai, mereka bekerja ala kadarnya yang tidak menguras tenaga dan fikiran.

    Oleh karena itu, hal ini cukup penting untuk dipertimbangkan

walloohu a’lam